Rabu, 23 Juni 2010
Menangislah ! Jika tidak bisa berusahalah untuk menangis,,
Menangis dipersepsikan secara negatif sebagai perkara yang menunjukkan sikap lemah dan cengeng. Sehingga sering kita diberi nasihat: Sudahlah, janganlah menangis!
Namun ada menangis yang dianjurkan, hukumnya menurut syara adalah sunnah. Artinya, menangis yang membuat pelakunya dapat pahala. Apa itu: menangis karena takut kepada Allah dan tatkala ingat kepada-Nya.
Menangis karena takut kepada Allah disunahkan. Dalilnya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Adapun dalil-dalil dari al-Qur’an antara lain:
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (Qs. al-Isrâ’ [17]: 109).
Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (Qs. Maryam [19]: 58).
Adapun dalil dari as-Sunnah adalah:
• Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata; telah bersabda Nabi Saw kepadaku:
“Bacakanlah al-Qur’an untukku.” Wahai Rasul! Apakah aku harus membaca al-Qur’an untukmu, sedangkan al-Qur’an itu diturunkan kepadamu? Beliau Saw bersabda, “Aku sangat menyukai mendengarkan al-Qur’an dari orang lain.” Ibnu Mas’ud berkata; Maka aku membacakan al-Qur’an surat an-Nisâ’ untuk Rasul, hingga aku sampai pada ayat:
“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (Qs. an-Nisâ’ [4]: 41). Kemudian Rasulullah Saw bersabda, “Cukup sampai di sini.” Aku menoleh kepada Rasul Saw, ternyata kedua matanya mengucurkan air mata. [Mutafaq ‘alaih].
• Dari Anas ra., ia berkata; Rasulullah Saw pernah berkhutbah dengan khutbah yang selama aku hidup tidak pernah mendengarnya. Rasulullah Saw bersabda:
Andaikata kalian mengetahui apa-apa yang aku ketahui, maka niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kemudian sahabat menutupi wajah mereka dan menangis tersedu-sedu. [Mutafaq ‘alaih].
• Dari Abu Hurairah ra., ia berkata; Rasulullah Saw bersabda:
Ada tujuh golongan yang Allah akan menaunginya pada saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya…. Orang yang mengingat Allah ketika sendirian sehingga bercucuran air matanya. [Mutafaq ‘alaih].
• Dari Ibnu Umar, ia berkata; ketika sakit Rasulullah Saw semakin parah, maka disampaikan kepada beliau tentang shalat (siapa yang akan menjadi imamnya, penj.). Rasulullah Saw bersabda:
Perintahkan kepada Abu Bakar untuk menjadi imam shalat. ‘Aisyah berkata, “[i]Sesunggunya Abu Bakar adalah laki-laki yang mudah luluh hatinya. Jika ia membaca (al-Qur’an, penj.), maka ia pasti akan banyak menangis.” Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari. Dalam riwayat Muslim dikatakan ‘Aisyah berkata:
Aku berkata, “Wahai Rasulullah Saw, sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-laki yang mudah luluh hatinya. Apabila ia membaca al-Qur’an, maka ia tidak akan bisa menahan air matanya.” [Mutafaq ‘alaih].
• Dari Anas ra., ia berkata; Rasulullah Saw bersabda kepada Ubay bin Ka’ab ra.:
Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan kepadamu ayat ini:
Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya). (Qs. al-Bayyinah [98]: 1). Ubay berkata, “Apakah Allah menyebutkan namaku?” Rasulullah Saw bersabda, “Ya” Kemudian Ubay pun menangis. [Mutafaq 'alaih].
• Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah Saw bersabda:
Tidak akan masuk Neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu kembali lagi ke payudara. Dan tidak akan berkumpul debu perang fi sabilillah dengan asap Neraka Jahannam. [HR. Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan shahih].
• Dari Abdullah bin Syukhair ra. ia berkata:
Aku mendatangi Rasulullah saw. pada saat beliau sedang shalat. Di perut beliau terdapat suara mendidih -seperti mendidihnya kuali- karena menangis. [Imam Nawawi berkata hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi dalam kitab Asy-Syamail dengan sanad shahih].
• Dari Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf, sesungguhnya Abdurahman bin Auf diberikan makanan pada saat ia (hendak berbuka) shaum. Maka ia berkata:
Mush’ab bin Umair telah terbunuh padahal ia lebih baik dariku. Ia dikafani dengan bajunya. Apabila kepalanya ditutup maka kakinya kelihatan. Bila kakinya ditutup maka kepalanya kelihatan dan aku melihatnya. Dan Hamzah telah terbunuh, ia lebih baik dariku. Sementara (kehidupanku) di dunia dilapangkan seperti saat ini. Atau ia berkata, “Aku diberi harta dunia seperti saat ini. Aku khawatir kebaikan-kebaikanku dipercepat.” Ibrahim berkata, “Kemudian ia menangis hingga membiarkan makanannya.”
• Dari Al-Irbad bin Sariyah ra., ia berkata:
Rasulullah telah menasihati kami dengan nasihat yang menyebabkan hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. [HR. Abu Dawud. At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shahih].
• Dari Anas ra. bahwa Nabi saw ia bersabda:
Barang siapa mengingat Allah kemudian keluar air matanya karena takut kepada Allah hingga bercucuran jatuh ke tanah, maka dia tidak akan disiksa di Hari Kiamat kelak. [HR. Hakim dalam kitab shahihnya, disetujui oleh Adz-Dzahabi].
• Dari Abu Raihanah, ia berkata; kami keluar bersama Rasulullah Saw dalam satu peperangan. Kami mendengar beliau Saw bersabda:
Neraka diharamkan atas mata yang mengeluarkan air mata karena takut kepada Allah. Neraka diharamkan atas mata yang tidak tidur di jalan Allah. Abu Raihanah berkata; Aku lupa yang ketiganya. Tapi setelahnya aku mendengar beliau bersabda, “Neraka diharamkan atas mata yang berpaling dari segala yang diharamkan Allah.” [HR. Ahmad, Hakim dalam kitab shahihnya, disetujui oleh Adz-Dzahabi dan An-Nasa’i].
• Dari Ibnu Abi Malikah, ia berkata; aku duduk bersama Abdullah bin Amru di atas batu, maka ia berkata:
Menangislah! Jika tidak bisa berusahalah untuk menangis. Jika kalian mengetahui ilmu yang sebenarnya, niscaya salah seorang dari kalian akan shalat hingga patah punggungnya. Dia ia akan menangis hingga suaranya terputus. [HR. Hakim dalam kitab shahihnya, disetujui oleh Adz-Dzahabi].
• Dari Ali ra. ia berkata:
Tidak ada ahli berkuda di antara kami pada perang Badar kecuali Miqdad. Dan aku telah memperhatikan keadaan kita, tidak ada yang berdiri kecuali Rasulullah Saw di bawah suatu pohon. Beliau shalat dan menangis hingga waktu shubuh. [HR. Ibnu Huzaimah dalam kitab shahihnya].
• Dari Tsauban ra., ia berkata; Rasulullah Saw bersabda:
Kebahagiaan bagi orang yang bisa menguasai dirinya, dilapangkan rumahnya, dan dibuat menangis oleh kesalahannya. [HR. Ath-Thabrani dengan sanad hasan].
Khatimah
Hadits-hadits di atas menyadarkan kepada kita, siapa sebenarnya kita? Apakah kita termasuk orang yang takut kepada Allah ataukah kita berani kepada-Nya? Tentu yang terakhir, na’uudzubillahi mindzalik!
Demi kesuksesan hidup masa depan, marilah kita renungkan sabda Nabi saw. dalam hadits qudsi dimana Allah SWT berfirman: “Tidak akan kukumpulkan dalam diri hamba-Ku: dua rasa takut dan dua rasa aman. Siapa saja yang takut kepada-Ku di dunia, maka akan Kuberi rasa aman di akhirat. Siapa saja yang merasa aman dari-Ku di dunia, maka akan Kuberi rasa takut di akhirat.” [HR. Najjar dalam Kanzul Umal, II/709].
Selamat menangis terhadap sikap diamnya kita serta merasa amannya kita atas dominasi kekufuran dan kemungkaran dan dicampakkannya syariah Allah di muka bumi, karena takut kepada Allah SWT, dan selamat berjuang meninggikan kalimat Allah dan menegakkan hukum syariah-Nya di muka bumi untuk mendapatkan keridloan-Nya!!!
Alhamdulillahirabbil a'lamiin,,,
Cipete Raya, Jakarta(Sungkawa-Khairan)
Pintu Rezki !!!!
Jika ada yang menginginkan adanya kelapangan rezki, Antum perlu membuka pintu-pintu rezki :
>Bersungguh-sungguhlah dalam mengamalkan Al-Qur’an
>Tingkatkan Iman, Taqwa dan Tawakkal
>Berhijrah di jalan Allah
>Infaqkanlah sebagian hartamu di jalan-Nya
>Syukurilah Rizki yang diberikan-Nya kepadamu
>Perbanyaklah Membaca Istighfar
>Beribadahlah kepada Allah dgn sepenuh hati (Utamakanlah Akheratmu)
>Amalkan Dzikir yg pernah diajarkan Rasulullah Saw.
>Sambunglah tali silaturrahim
>Do’akanlah kebaikan kedua orang tuamu
>Sayangi dan kasihilah saudaramu yang lemah
*Bersungguh-sungguhlah dalam mengamalkan Al-Qur’an*
Sesungguhnya Allahlah pemilik Alam semesta. Dia hanya rela dan mau menerima orang-orang sholeh untuk mendiami buminya. ( Lihat QS Al-Anbiyaa’(21) : 105 )
Orang yg senantiasa bersungguh-sungguh dalam menjalankan aturan Allah yaitu Al-Qur’an dan selalu mengikuti sunnah nabi-Nya. Maka balasan baginya adalah berupa kelapangan hidup dan kemudahan di dalam memperoleh rezki dari Allah. Inilah janji Allah ( Lihat QS Al-Maidah(5) : 66 ) Balasan Allah bagi org yg tidak sholeh adalah berupa kesempitan hidup. ( baca Qs Thaaha(20) : 124 )
*Tingkatkan Iman,Taqwa dan tawakkal*
“ Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(TQS Al-’Araaf (7) : 96)
“ Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. (TQS Ath-Thalaq(65) : 2 – 3)
*Berhijrah di jalan Allah*
“ Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. ( QS An-nisaa’(4) : 100 )
*Infaqkanlah sebagian Hartamu di Jalan Allah*
“ dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezki yang sebaik-baiknya. ( QS Sabaa’(34) : 39 ) Baca juga QS Al- Baqarah (2) : 261
“Barangsiapa mengeluarkan harta di jalan Allah, maka ditulis 700 kali lipat ( dilipatgandakan hartanya.” ( HR Tirmidzi dari khuraim bin fatik )
*Banyak bersyukur*
“ Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu mema’lumkan “ Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari(nikmatku), maka sesungguhnya azabku sangat pedih.” (TQS Ibrahim (14) : 7 )
*Perbanyaklah Membaca Istighfar*
“Barangsiapa yang merasa diperlambat reskinya, hendaklah dia beristighfar kepada Allah.” ( HR. al – Baihaqi dan ar-Rabii”)
Selain banyak istighfar, senantiasalah untuk menjaga kesucian diri dengan tidak melakukan perbuatan dosa agar diluaskan dalam masalah rezki.
“Jagalah dirimu dalam keadaan suci, maka rizkimu akan diluaskan.”
*Beribadahlah kepada Allah dengan sepenuh hati*
“ Sesungguhnya Allah SWT berfirman, “ Wahai anak adam!, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi di dalam hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu.”
*Amalkan Dzikir yg pernah diajarkan Rasulullah *
“Jika engkau hendak berangkat tidur, maka bertasbihlah 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 34 kali, sehingga semuanya menjadi 100 kali. Yang demikian lebih baik bagimu daripada seorang pembantu.” ( Pesan Rasul kpd Fatimah Putrinya )
Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri ( Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kekafiran dan kemiskinan)
Allahumma aghnini bi halaalika ‘an haraamika waghnini bifadhlika ‘amman siwaaka ( Ya Allah sesembahanku, cukupilah aku dengan penghasilan yang halal dan jauhkanlah dari yang haram, dan cukuppilah aku dgn keutamaan karunia-Mu sehingga aku tidak mengharap selain dari Engkau)
*Shodaqoh Memang Ajaib*
Sungguh, shodaqoh memiliki pengaruh yang ajaib untuk menolak berbagai macam bencana sekalipun pelakunya orang fajir,dzolim, atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantaraan shodaqoh tersebut.
(Syaikh Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)
Alhamdulillahirabbil a’lamiin,,,
Ya .. Allah,,, Berikanlah tempat yg baik kpd kedua orang tua kami,,,
Amiin ya rabbal a’lamiin,-
Mocha’mad Said Haffadz
30 November 2009
"10 KELEBIHAN ILMU DIBANDINGKAN HARTA"
Khalifah Ali bin Abi Thalib mengatakan,
bahwa ada sepuluh kelebihan ilmu
dibanding harta, yaitu:
• Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan dari
Fir’aun, Qarun, dan lain-lain.
• Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya, sedangkan harta
dijaga oleh orang yang mempunyainya.
• Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang
berharta mempunyai banyak lawan.
• Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan
harta bila diberikan akan berkurang.
• Ilmuwan sering dipanggil alim, ulama, dan lain-lain. Sedangkan
hartawan sering dipanggil bakhil, kikir, dan lain-lain.
• Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan
pemilik harta akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak.
• Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta bila
disimpan akan usang dan lapuk.
• Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, sedangkan harta selalu
dijaga dari kejahatan.
• Ilmu tidak memerlukan tempat, sementara harta memerlukan tempat.
• Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram,
sedangkan harta akan mengeraskan setiap hati manusia.
Semoga Bermanfaat.... Amiin,-
( Mocha Haffadz )
Senin, 21 Juni 2010
" SUKSES DIMULAI DARI IMPIAN YANG BESAR "
Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati dan putus asa. Sebaliknya, kita harus bangga dan berbahagia karena kita baru saja memasuki langkah awal kesuksesan. Mengapa demikan? Karena pondasi kesuksesan adalah impian yang kita miliki. Setiap orang yang telah sukses pasti diawali dengan impian.
Jika sampai saat ini yang sering kita lakukan hanyalah bermimpi pasif, mungkin kini saatnya kita mencoba untuk mengubah mimpi pasif kita menjadi mimpi aktif dan mewujudkannya dalam realitas kehidupan kita sehingga kita tidak hanya hidup dalam dunia mimpi.
Jangan lupa untuk selalu membawa serta impian kita ke mana pun kita pergi, di mana pun kita berada, dalam berbagai kondisi dan situasi yang bagaimana pun yang sedang menimpa kita. Kita harus selalu percaya dan yakin bahwa impian yang kita miliki akan tercapai melalui usaha-usaha kita yang tekun dan tidak kenal menyerah serta tidak lupa untuk meminta pertolongan Tuhan. Dengan demikian keberhasilan akan dapat kita peroleh. Bermimpilah dan percayalah!